Preambule untuk Anas Urbaningrum

Saat penulis tahu Anas Urbaningrum (AU) masuk sebagai kader Partai Demokrat (PD) terus terang sangat heran tak karuan. Bagaimana tidak sosok AU di sepak terjangnya dikancah aktivis dia seorang yang innocence, smart, light, entah mengapa dia "khilaf" masuk partai. Emang sih untuk menjadi pejuang politik di negara ini nonsen kalo bekerja diluar partai. Tapi penulis mempunyai penilaian khusus untuk AU, dia pasti bisa berjuang tanpa harus rela dipolitisasi.

Momen hengkangnya AU dari PD semoga dapat mengembalikan keyakinan penulis tentang semua thesis yang penulis yakini selama ini. AU bertobatlah, kembalilah ke jati diri, jangan mau smart-mu dibelenggu, jangan mau innocence-mu di kotori, jangan mau light-mu redup.

Katamu halaman pertama sedang dibuka, oke terus simaklah halaman demi halaman permainanmu. Jadikan halaman demi halaman yang kamu maksud seperti permainan kanak-kanakmu dulu. Main gundu, adu layangan, petak umpet, main bola, permainkan dan nikmati lagi untuk mengisi halaman-halaman ujianmu.

Maaf, aku tidak menyalahkanmu. Maaf juga kalo aku tidak membelamu. Tanggungjawab harus engkau pikul sekuat tenaga karena kekhilafanmu.

Semoga tali gantungan di monas tidak akan pernah akan terjadi, meskipun harus digantikan jeruji besi ataupun timah panas menembus jantungmu.

( harapan anak bangsa yang ingin merdeka )
Share this article :
 

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. anas sang cerdas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger